Puisi Soe Hok Gie: "Mandalawangi - Pangrango"


Soe Hok Gie adalah salah satu tokoh muda Indonesia yang sangat aku kagumi.

Siapa Soe Hok Gie....????
Siapa yang tak kenal dengan sosok Soe Hok Gie, ia adalah intelektual muda yang idealis, kritis dan juga puitis pada zamannya (1942-1969). Gie adalah cermin pemuda Indonesia yang patut untuk di teladani. Tulisan Soe Hok Gie pada catatan hariannya menjadi dokumentasi kisah hidupnya.  Kata-kata yang puitis dan seringkali menusuk tertuang dalam catatan hariannya. Satu diantaranya adalah Puisi Mandalawangi-Pangrongo, puisi ini ditulisnya ketika ia berada di lembah Mandalawangi Gunung Gede Pangrongo, 19 Juli 1966. Gunung ini adalah gunung favorit Soe Hok Gie ketika pendakiannya bersama teman-teman seperjuangannya.

Berikut ini puisinya:

Mandalawangi - Pangrango

Senja ini, ketika matahari turun
Ke dalam jurang-jurangmu

Aku datang kembali
Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu
Dan dalam dinginmu

Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
Seperti kau terima daku

Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
Hutanmu adalah misteri segala
Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

Malam itu ketika dingin dan kebisuan
Menyelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

“hidup adalah soal keberanian,
Menghadapi yang tanda tanya
Tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar
Terimalah, dan hadapilah”

Dan antara ransel-ransel kosong
Dan api unggun yang membara
Aku terima itu semua
Melampaui batas-batas hutanmu

Aku cinta padamu Pangrango
Karena aku cinta pada keberanian hidup

Lembah Mandalawangi, 19 Juli 1966
Soe Hok Gie

No comments:

Post a Comment