Puisiku: Cahaya Bulan dalam Kesepian



Matahari mulai tenggelam
Cahayanya mulai redup
Ia tenggelam dalam kesendirian dan tak ada yang menemaninya

Kini kegelapan datang
Datang menyelimuti Kota Khatulistiwa
Kota tempatku berpijak sekarang ini

Udara malam pun kian terasa
Kini ia menyelimuti malamku
Malam yang senasib dengan matahari tadi

Cahaya bulan kian terlihat
Ia datang untuk menerangi malam ini
Ia datang meluluhlantahkan kegelapan malam

Cahaya bulan kini bersamaku
Ia datang tuk menemani malamku
Ia datang menggantikan matahari tadi

Cahaya bulan kini berubah bentuknya, tapi ia tetap bersinar
Bentuknya berubah menjadi senyuman wajah manusia
Siapa cahaya bulan itu?
Apakah itu kamu?

Pontianak, 12 Agustus 2017
Yakobus Dapi

1 comment:

  1. Mantap puisinya. Sepertiny sesuai dengan isi hati yang punya blog

    ReplyDelete