Astra Motor Kalbar kembali Gelar Event Virtual Exhibition

Astra Motor Kalimantan Barat yang merupakan main dealer sepeda motor Honda di wilayah Kalimantan Barat kembali gelar Event Virtual Exhibition. Event tersebut diselenggarakan pada tanggal 6-12 februari 2021. Event ini dapat diakses melalui link hondakalbar-expo.com dengan menggunakan handphone, PC ataupun tab.

Peserta yang akan menjadi pengunjung harus mengisikan data profil dirinya. Setelah itu, mereka yang beruntung berkesempatan untuk mendapatkan hadiah berupa 1 unit Xiaomi Redmi Note 9, helm full face Honda, Mi Band 5 dan voucher Gopay senilai Rp. 400.000. Selain itu Astra Motor Kalbar juga memberikan promo menarik yakni GRATIS ANGSURAN selama 10x pada saat virtual exhibition.

Menurut paparan Astra Motor Kalbar event tersebut diselenggarakan sebagai upaya untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan untuk konsumen honda di masa pandemi COVID-19.

"Event ini diselenggarakan sebagai upaya untuk memberikan kemudahan serta kenyamanan dalam memenuhi impian bagi para pecinta sepeda motor Honda atau konsumen yang ingin memiliki sepeda motor Honda ditengah kondisi pembatasan aktivitas dan masih harus menjalankan protocol lesehatan," papar Tim Redaksi Astra.

Melalui event itu, Astra Motor Kalbar memberikan kemudahan bagi para konsumen hanya cukup dengan mengakses link hondakalbar-expo.com atau scan barcode yang sudah tersedia, pengunjung sudah bisa bergabung dalam pameran pameran yang dilakukan secara virtual ini.

Setelah mengakses link tersebut, pengunjung akan disuguhkan dengan tampilan berbagai macam produk dan varian sepeda motor Honda secara digital, cukup dengan menggeserkan layar HP ke arah booth stage corner, Sport corner, Matic corner, Cub corner serta disana juga terdapat informasi terkait promo menarik terkait sepeda motor Honda.

Pengunjung dapat melakukan pembelian semua jenis sepeda motor Honda dan penghargaan lain yang diberikan oleh astra Motor Kalbar yakni bagi konsumen yang beruntung akan mendapatkan doorprize berupa smartphone, jaket exclusive dan smartwatch.

Kepala Wilayah Astra Motor Kalimantan Barat, Lukas Ferinata  mengatakan bahwa, dengan semangat Satu Hati, kami ingin mengajak konsumen untuk merasakan langsung kejutan dari Honda melalui beragam cara dan kegiatan yang unik sebagai komitmen kami memberikan layanan yang terbaik. 

“Lewat Virtual Exhibition inilah kami berikan jawaban sekaligus promo dan diskon yang menarik untuk para konsumen setia sepeda motor Honda. Dalam konsep acara virtual, konsumen akan disuguhkan beragam info produk yang diminati dan bisa langsung berkomunikasi dengan sales Honda via program WhatsApp yang disediakan,” tutup Lukas.

Disclaimer: Artikel di atas rewrite dari Astra Motor Kalbar

Berikut ini poster Event Virtual Exhibition Astra Motor Kalbar

Event Virtual Exhibition Astra Motor Kalbar 2021Event Virtual Exhibition Astra Motor Kalbar 2021

Event Virtual Exhibition Astra Motor Kalbar 2021

Event Virtual Exhibition Astra Motor Kalbar 2021


Apresiasi Insan Pers, Astra Motor Kalbar Beri Servis Gratis di HPN 2021

 Astra Motor Honda Kalbar yang menjadi Main Dealer sepeda motor Honda untuk 12 wilayah di Indonesia kembali memperingati Hari Pers Nasional (HPN) bersama jurnalis di seluruh wilayah pemasarannya, Selasa (9/02/2021).

Perayaan HPN tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi dari Astra Motor kepada insan pers yang sangat penting perannya dalam membangun dan menyebarkan informasi-informasi bermanfaat di Indonesia, termasuk di wilayah Kalimantan Barat.

Gambar Ilustrasi


Menjadi kegiatan tahunan, setidaknya akan ada 800 sepeda motor jurnalis yang akan mendapatkan layanan service dan ganti oli gratis dari Astra Motor dengan program bertajuk “Astra Motor Sahabat Pers”.

Kepala Wilayah, Lukas Ferinata mengatakan bahwa insan pers, baik itu jurnalis maupun karyawan media massa lainnya yang bekerja di balik layar, memiliki peranan yang besar dalam penyebaran informasi positif untuk membangun Indonesia. Terlebih lagi dimasa pandemic ini, Insan Pers sangat berperan membantu pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid 19 melalui informasi teraktual baik secara regional, nasional maupun manca negara.

“Dengan segala keterbatasan yang ada di masa pandemic ini, kami tetap berusaha memperingati Hari Pers Nasional sebagai bentuk apresiasi terhadap sahabat pers yang ada di wilayah pemasaran Main Dealer Astra Motor”, ungkap Lukas.

Lukas juga menambahkan bahwa sebagian besar Jurnalis menggunakan sepeda motor untuk mobilitas saat liputan. Untuk itu, kami ingin motor yang dikendarai bisa selalu aman dan prima, sehingga mendukung aktifitas insan pers saat mengejar berita.

Peringatan HPN 2021 kali ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana tahun ini Astra Motor tidak melakukan service kunjung ke media setempat. Tetapi Astra Motor membagikan voucher service dan ganti oli gratis bagi insan pers yang dapat ditukarkan di jaringan AHASS Astra Motor yang telah ditentukan. Khusus Wilayah Pontianak, Insan Pers dapat mendapatkan layanan ini di Astra Motor Pattimura, Pontianak dari tanggal 9 Feb – 15 Feb 2021. Teman-teman Pers juga dapat melakukan Booking Service melalui Aplikasi Motorku X agar tidak perlu menunggu antrian dan dapat langsung mendapatkan pelayanan sesuai dengan jam bookingnya.

Selain memperingati HPN 2021, kegiatan ini juga sebagai komitmen Astra Motor menerapkan protokol kesehatan yang berlaku di jaringan Astra Motor dan juga untuk memutus rantai penyebaran Covid 19 di Indonesia.

Program service dan ganti oli gratis ini dilakukan serentak di 12 kota di Indonesia, mulai dari Bengkulu, Sumatera Selatan, Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur 1 & 2 (Balikpapan & Samarinda), Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, hingga Papua.

“Semoga dalam rangka peringatan Hari Pers ini, Insan Pers beserta Astra Motor dapat terus Satu HATI wujudkan mimpi masyarakat,” tutup Lukas.

#AYOKEAHASS #HARIPERSASTRAMOTOR #PROTOKOLKESEHATAN

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Windi Veronika

PT Astra International Tbk- Honda (Astra Motor) – Cabang Pontianak

0561-762261 ext 201 | 089519793199

Email: Windi.veronika@hso.astra.co.id

Cerita AkkSI 2019 Imasika FMIPA Untan


Aktivitas Sosial Imasika atau yang akrab dikenal dengan nama AkSI ini merupakan satu diantara Program Kerja tahunan terbesar Ikatan Mahasiswa Katolik (Imasika) FMIPA Untan, pada tahun ini dilakanakan di Stasi Mamparagokng, Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman, Kabupaten Landak.
Puji Tuhan, setelah absen selama 2 tahun dengan berbagai juta alasan, aku berkesempatan untuk ikut lagi kegiatannya.

Bagiku, ikut AkSI merupakan kesempatan emas untuk belajar, untuk melayani dan mengabdi kepada masyarakat, sesuai dengan tema yang diangkat “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu”, dikutip dari Efesus 4:2.
Saat berkegiatan, setiap peserta mempunyai perannya masing-masing. Kami dijadwalkan secara bergantian oleh Panitia Bidang Acara untuk melaksanakan dan merampungkan setiap agenda kegiatan. Secara keseluruhan agenda kegiatan dibagi menjadi 2, yaitu Kegiatan Fisik dan Kegiatan Non Fisik.
Pembangunan gereja merupakan kegiatan fisik yang menjadi prioritas AkSI tahun ini, hanya saja tidak dibangun rampung 100 % dikarenakan terbatasnya waktu dan bahan untuk perampungannya, yang dilakukan hanya untuk pengecoran lantai dan pemasangan batako di kanan-kiri dan depan-belakang dinding gereja saja.
Puji Tuhan, Dewan Pastoral Parokki (DPP) Santo Yohanes Pemandi Pahauman yang menyambut baik kegiatan AkSI ini turut menyumbangkan beberapa sak semen dan juga 2-3 orang tukang dari Pahauman untuk membantu peserta dan warga.
Kegiatan fisik lainnya adalah pembuatan plang gereja, pembuatan plang jalan dan penunjuk arah jalan menuju Mamparagokng, mengangkut pasir dan memperbaiki jalan.
Sedangkan untuk Kegiatan Non Fisiknya yaitu, Pelatihaan Pemimpin Ibadat, Pendidikan Iman Anak (PIA), Pelatihan Pembina PIA, Ibadat malam di rumah warga, Pelatihan Kerajinan Tangan, Pelatihan Bercocok Tanam yang meliputi pembuatan bedeng untuk tanaman kacang dan membuat pupuk kompos dengan beberapa bahan alami dari kampung tersebut. Setiap sore hari juga ada olahraga bersama warga.
Tidak hanya itu, juga ada beberapa agenda unggulan yang menjadi media untuk menjalin keakraban bersama warga Mamparagokng, diantaranya nonton bareng bersama warga, festival AkSI dan malam keakraban. Hanya saja agenda nonton bareng bersama warga tidak bisa dilaksanakan karena cuaca yang tidak mendukung, hujan deras mengguyuri kampung ini.
Di depan Gereja yang belum rampung dibangun, kami bersayonara, bersalam-salaman dan berfoto bersama umat Stasi Mamparagokng. Saat itu, satu persatu air mata menetes, diwarnai isak tangis, seluruh peserta AkSI menyalami umat satu persatu, saling memeluk, berlapang dada untuk pergi meninggalkan cerita dan kenangan yang telah diukir di kampung tersebut.

Puisi Badut-badut Gendut di Senayan


Aku kian muak dengan badut yang tamak
Kerjaannya tidak maksimal tapi terus meminta yang optimal

Ada yang terus berpuisi namun tak pernah instropeksi diri
Kalian pasti tahu siapa ini
Dialah si badut gendut di Senayan

Ada yang terus berkoar namun tak pernah benar
Terus mengkritik, hingga terlihat picik, dan munafiknya
Mereka adalah badut-badut gendut yg duduk di Senayan

Mereka menjadi yang terdepan bila mengkritisi kebijakan
Namun tidak pernah sadar dengan proses yang berjalan
Jarang pernah sadar dengan hasil yang memuaskan

Badut-badut gendut di Senayan
Memang terlihat gagah menawan
Gagah perkasa dan elegan
Namun sayang cara dan tingkahnya tak patut diteladan

Pontianak, 30 Januari 2019
Yakobus Dapi

Image source: www.beritasatu.com

Cerita Singkat Pendakian Bukit Sebayan di Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau


Traveling – Menikmati suasana alam sudah menjadi hobiku sejak SMA dan berlanjut hingga sekarang ini. Alam rimba yang paling aku sukai adalah alam rimba di pegunungan, sebab ada tantangannya tersendiri dan tiada tara nikmat pemandangan puncaknya, kebersamaan dalam pendakian dan saat berada di puncaknya tak pernah luput oleh waktu.

Libur UAS (Ujian Akhir Semester) kian dekat. Seperti biasanya, pasti selalu ada saja target trip kami. Ada sedikit kekecewaan yang menggelora pada waktu liburan kali ini, sebab waktu liburannya terpotong, liburan Hari Raya Idul Fitri dahulu, dilanjutkan dengan UAS, barulah libur semester. Namun waktu yang terpotong-potong tersebut tidak mengalahkan semangat petualangan kami untuk memperluas jajahan petualangan di alam. Tepat pada tanggal 19-20 Juni 2017 kami melakukan petualangan tersebut (H-5 Hari Raya Idul Fitri). Kami memutuskan untuk mendaki Bukit Sebayan di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat.

Rencana pendakian ini bisa dibilang rencana pendakian dadakan, karena baru direncanakan pada tanggal 17 saat kami sedang kumpul-kumpul malam mingguan. Otak dari pendakian ini adalah Si Jimmi, mahasiswa Ilmu Politik FISIPOL Untan angkatan 2016. Ia juga adalah salah satu sodara pencinta alam di sispala SMA dulu, juga berkesempatan menjadi Ketua Umum setelahku (entar diceritain apa sispalanya). Ada penambahan personil pada pendakian kali ini, yakni si Nopet, Yudi dan Ardi. Nopet itu teman sekelas waktu SMA, sekarang kuliah di Ilmu Administrasi Negara FISIPOL Untan (tapi rezeki telah menghujamnya, setelah 2 kali mencoba tes di IPDN Jatinangor, sekarang ia berhasil menggapai mimpinya, lulus tes dan menjadi taruna di Institusi tersebut). Kalau si Yudi, ia juga sodara di sispala dulu, juga teman sekelasku waktu SMA. Sedangkan si Ardi, ia teman sekelas Jimmi di Ilmu Politik.

Bukit Sebayan terletak di Desa Sejontang, Kecamatan Tayan Hilir, Provinsi Kalimantan Barat. Tinggi bukit ini tidak begitu tinggi, hanya 536 mdpl saja, namun ada berjuta-juta keindahan di puncaknya.

Kami berangkat dari Kota Pontianak sudah sangat sore karena beberapa dari kami masih ada yang kuliah, kurang lebih sekitar jam 3 an sore kami berangkat. Waktu tempuh menuju desa tersebut tidak begitu jauh dari Pontianak, tidak lebih dari 2 jam. Karena tidak ada yang tahu dimana letak desanya, kami singgah sebentar di persimpangan menuju Bukit Sebayan. Simpangnya tepat di sebelah kanan jalan Trans Kalimantan kalau berangkat dari arah Pontianak (ujung SPBU, kurang lebih 200 an meter lagi dari SPBU).

Kami kira desanya cukup jauh dari simpang, ternyata hanya kurang lebih 15 an menit untuk sampai di desa tersebut. Kondisi jalannya cukup nyaman untuk dilewati, tanah kuning dan sedikit lobang-lobang kecil. Jika telah berada di jalan menuju desa, hati-hati dan bertanyalah pada warga sekitar jika tidak ada yang tahu sama sekali simpang menuju desanya, sebab masih ada satu persimpangan lagi. Simpang yang benar adalah simpang sebelah kanan, hanya 5 menit an jarak Sejontang dari simpang tersebut.
Foto di depan Posko Pendakian

Kami sampai di desa sekitar jam 5 kurang (sore). Sesampai di desa, kami singgah di rumah Pak RT untuk pamitan sekaligus izin dan menitipkan motor. Rumah tersebut merupakan tempat poskonya pendakian Bukit Sebayan. Karena merupakan tempat wisata alam, kita harus membayar tarif masuknya, sebesar 10 ribu rupiah (biaya parkir sekaligus tarif masuk). Tidak ada pantang yang berarti pada bukit tersebut, hanya saja kebersihan dan keasrian alamnya tidak diperkenankan untuk diganggu, sebab Bukit Sebayan juga merupakan Hutan Adat masyarakat di desa tersebut.

Langkah kaki kami mulai berayun-ayun, pendakian dimulai. Tepat jam 5 sore kami berangkat. Di tengah pendakian kami menemukan tempat sesajian masyarakat setempat, bentuknya seperti panggung dan ada rumah kecil serta bahan-bahan sesajian.


Singgah sejenak
Usut punya usut, ternyata tidak sampai 1 jam untuk mencapai puncak bukit tersebut. Ini adalah pendakian tersingkatku, track pendakiannya juga tidak terlalu susah, walaupun demikian keringat kami juga tetap meleleh namun kebersamaan dan keseruan menemani pendakian kami. Beberapa kali kami singgah untuk beristirahat dan mengabadikan momen kebersamaan kami.

Langit mulai gelap, kekhwatiran kami sampai ke puncak kemalaman ternyata tidak terjadi. Kami sampai sekitar jam 5 lewat 50 an. Sesampai di puncak kami langsung mendirikan tenda, mencari kayu bakar, dan mengemaskan logistik untuk dimasak.
Silau men wkwk, sembari menunggu bara api untuk memanggang sosis
Seperti petualangan kami yang biasanya, tidak sah kalau tidak bakar-bakar atau makan-makan di puncak. Setelah makan malam, kami memanggang sosis sembari menikmati malam bersama-sama hingga lelah memerintahkan kami untuk istirahat tidur agar sempat menikmati sunrise di puncak bukit tersebut.
Sunrise dan lautan awan telah tiba, kami pun bahagia



Ya, hal yang paling kami tunggu-tunggu saat bangun subuh adalah sunrisenya. Sungguh beruntung pendakian kali ini, sebab Tuhan mengizinkan kami melihat lautan awan dan matahari terbit, sunrise di puncak Sebayan.

Aku yang hampir gondrong



Itu slayer biru yang terikat di leher selalu aja setia nemanin kalau ngetrip
Rempa day, angkatan 10 dan 11
Selain indahnya panorama lautan awan dan cantiknya mentari pagi, Bukit Sebayan juga surganya lumut-lumut yang sangat indah, ada terowongan dari pepohonan yang kecil daunnya, dihiasi lelumutan pada permukaan akar dan tanahnya.

Lokasi ini mirip terowongan, lumut-lumutnya cantik sampe ke ujung bumi wkwk



Ketika mentari mulai terik menyengat kami, saat itulah kami memutuskan untuk turun dan kembali ke Kota Pontianak.
Turun-turun....
Untuk teman-teman sekalian, Bukit Sebayan adalah rekomendasi yang paling tepat untuk menghabiskan waktu libur kalian, terlebih lagi akses ke lokasinya yang tidak jauh dari pusat kota Pontianak dan tidak begitu susah aksesnya, ditambah track dan waktu pendakiannya yang singkat namun puncaknya seperti surga yang nan indah. Bukit sebayan adalah surga tersembunyi di Kabupaten Sanggau.

Itu ceritaku dan teman-temanku saat berpetualang, mendaki Bukit Sebayan. Terimakasih telah setia membaca, nantikan cerita traveling berikutnya dan jangan lupa di komentarin ya + kritikkannya pada kolom komentar hehe.

Sekadau, 30 Desember 2018.

Penjelasan Fungsi Menu-menu pada Privacy dan Security Home

Terimakasih telah mampir, berbicara tentang privasi dan keamanan, tentu setiap perusahaan yang bergerak di bidang internet ataupun IT pasti memilikinya. Misalnya Google, lebih spesifiknya pada Google Chrome. Kali ini saya akan membagikan sedikit pengetahuan dari tugas mata kuliah Keamanan Sistem yang saya pelajari.
Image source: www.myshadow.org
Berikut ini adalag penjelasan dari fungsi-fungsi pada Privacy dan Security Home Google Chrome:
  • Gunakan layanan web untuk membantu mengatasi kesalahan navigasi. Pada layanan web service ini, digunakan ketika user tidak dapat terhubung ke halaman web, user bisa mendapatkan saran untuk halaman lain seperti yang user ingin jangkau. Selanjutnya, Chrome akan mengirimi Google alamat web dari laman yang user ingin jangkau untuk menawarkan saran.
  • Gunakan layanan prediksi untuk membantu melengkapi penelusuran dan URL yang diketik di bilah alamat. Layanan web service ini digunakan sebagai saran yang berdasarkan pada penelusuran web terkait, riwayat penelusuran user, dan situs web yang populer. Jika mesin penelusuran (Google) bawaan user menyediakan layanan saran, maka peramban mungkin mengirim teks yang user ketikkan di bilah alamat ke mesin telusur.
  • Gunakan layanan prediksi untuk memuat halaman lebih cepat. Pada layanan service web ini, browser menggunakan alamat IP untuk memuat halaman web. Ketika user mengunjungi laman web, Chrome dapat mencari alamat IP dari semua tautan laman dan memuat tautan yang mungkin user arahkan ke yang berikutnya. Jika user mengaktifkan pengaturan ini, situs web dan konten tertanam apa pun yang dimuat sebelumnya dapat mengatur dan membaca cookie mereka sendiri seolah-olah user telah mengunjunginya walaupun ketika user tidak melakukannya.
  • Secara otomatis mengirim beberapa informasi sistem dan konten halaman ke Google untuk membantu mendeteksi aplikasi dan situs berbahaya. Jika User mencentang kotak, Chrome secara berkala akan mengirim beberapa informasi sistem dan konten halaman ke Google sehingga kami tahu tentang ancaman apa pun yang User hadapi. Chrome juga akan mengirimkan data ini kapan saja User mengunjungi situs yang mencurigakan. Pelajari lebih lanjut tentang data apa yang membantu Chrome menjadi lebih baik dalam memblokir unduhan yang buruk dan mendeteksi malware.
  • Lindungi User dan perangkat User dari situs berbahaya. Dapatkan lansiran instan setiap kali Chrome melihat bahwa situs web yang User tuju bisa berbahaya. Saat User mengunjungi situs web, Chrome memeriksa situs web yang tersimpan di komputer User yang diketahui buruk. Jika situs web cocok dengan apa pun yang ada dalam daftar, browser User mengirim sebagian salinan alamat ke Google untuk mencari tahu apakah user mengunjungi situs yang berisiko. Pelajari lebih lanjut tentang perlindungan Penjelajahan Aman.
  • Otomatis kirim statistik penggunaan dan laporan kerusakan ke Google. Bantu kami memprioritaskan fitur dan peningkatan yang harus kami kerjakan dengan memungkinkan Chrome mengirim statistik penggunaan dan laporan kerusakan ini secara otomatis ke Google.
  • Kirim permintaan "Jangan Lacak" dengan lalu lintas penjelajahan User: User dapat menyertakan permintaan "Jangan Lacak" dengan lalu lintas penjelajahan User. Namun, banyak situs web masih akan mengumpulkan dan menggunakan data penjelajahan User untuk meningkatkan keamanan, menyediakan konten, layanan, iklan, dan rekomendasi di situs web mereka, dan menghasilkan statistik pelaporan.
  • Gunakan layanan web untuk membantu mengatasi kesalahan ejaan. Layanan ini digunakan sebagai teknologi pemeriksa ejaan yang sama di Chrome sebagai Google Search. Chrome mengirim teks yang user ketikkan ke server Google.
 Kurang lebih begitulah penjelasannya, semoga bermanfaat yah hehe....

FOKMAS (Forum Komunikasi Mahasiswa Sekadau) Gelar Diklat di Aula KNPI Kalbar

Pontianak – Forum Komunikasi Mahasiswa (FOKMAS) Kabupaten Sekadau menggelar Diklat untuk mahasiswa sekabupaten Sekadau yang berada di Pontianak dengan tajuk “Potensi Mahasiswa Sebagai Pilar Pembangunan Daerah” yang bertempat di Aula Gedung KNPI Kalbar, Sabtu (09/12/2017).

44 peserta dari berbagai universitas di Kota Pontianak menghadiri acara ini. Turut hadir sebagai pembicara, Tanto Yakobus, M.Si. (Anggota DPRD Komisi IV Prov. Kalbar dapil Sanggau dan Sekadau), Tarjan Sofian S.pd (Juranlis dan Presenter Ruai TV, alumni Fokmas), Beny Thaheri S.Hut. (Aktivis dan relawan Kota Pontianak) dan Gusti Eka Firmanda (Jurnalis Pontianak Post, alumni Fokmas).
Acara ini dibuka langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Tanto Yakobus, M.Si. Dalam kata sambutannya, dia menyampaikan harapannya agar kegiatan ini memberikan dampak positif bagi mahasiswa/i Sekadau yang nantinya akan menjadi generasi pembangunan di Sekadau. Ia memotivasi peserta dengan kisah perjalanan hidupnya yang sekarang sudah sukses menjadi anggota dewan.
Ketua pelaksana, Adysa Putra, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan ajang silahturahmi antar mahasiswa Sekadau dan kesempatan untuk menambah pengetahuan.
Senada dengannya, Ketua Umum Fokmas, Giat Anshorrahman mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan untuk mahasiswa/i Sekadau untuk bersilahturahmi. Ia menjelaskan bahwa Fokmas merupakan forum yang merupakan wadah mahasiswa sekadau dalam hal wadah pergerakkan, pembinaan dan pengabdian mahasiswa kabupaten sekadau.
“Diklat ini merupakan tahap pengkaderan awal. Selanjutnya ada 2 target lagi yang akan kita kerjar kedepannya, yang pertama,akan ada silatuhrami akbar mahasiswa dan masyarakat Sekadau yang ada di Pontianak, dan kedua adalah Sosialisasi Pendidikan untuk adik-adik siswa di Kabupaten Sekadau” kata Giat.
Ia berpesan agar teman-teman yang telah mengikuti diklat tersebut bisa memberikan kontribusi untuk Fokmas dan daerah asalnya, karena merekalah nantinya yang akan menjadi generasi penerusnya.
“Harapannya, bagaimana teman-teman yang telah mengikuti diklat ini mampu bergerak dan sadar untuk membangun daerahnya yang pada hari ini perlu ada kontribusi pemuda dan juga mahasiswa demi kemajuan Sekadau tercinta” ujarnya.
Satu diantara peserta, Kumang Marsiana Eva, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk teman-teman yang ada di Pontianak karena ada banyak motivasi dan ilmu yang didapatkannya, selain itu ia juga bertemu teman-teman baru dari derahnya yang berasal dari berbagai universitas.
“Saya harap dengan kegiatan ini, nantinya dapat menyadarkan semua mahasiswa kabupaten sekadau yang ada di Pontianak untuk mengembangkan dan memperkenalkan daerahnya kepublik, semoga teman-teman tetap semangat menimba ilmu, dan jangan lupa balik ke sekadau jika sudah berilmu dan berpengalaman disini” katanya, ia merupakan mahasiswa baru Jurusan Manajemen di STIE Indonesia yang juga merupakan finalis Duta Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau tahun 2016.
Satu diantara pembicara Tanto Yakobus, M.Si menjelaskan bahwa perntingnya kotribusi pemuda khususnya mahasiswa untuk membangun daerahnya.
“Kegiatan ini sangat bagus bagi mahasiswa untuk belajar bagaimana mengenal masalah-masalah sosial kemasyarakatan seperti interaksi kemasyarakat dan kedunia kerja nantinya” katanya.
Ia menjelaskan bahwa  organisasi adalah bekal yang baik untuk masuk kedunia kerja dan ke masyarakat.
“Harapan saya, adik-adik mahasiswa bisa belajar dan kuliah dengan baik, berorganisasi dengan baik, bisa selesai kuliah tepat waktu. Organisasi bukan hanya membuang waktu kita sia-sia saja karena ada banyak proses dan pengalaman yang kita dapatkan disitu, organisasi juga memberikan peluang kerja kepada kita karena terkadang ada link dari senior-senior dan alumni di perusahaan tempatnya bekerja” ujarnya.
Diakhir kegiatan ada sharing-sharing untuk semua peserta yang hadir, termasuk panitia dan pengurus. Pada agenda sharing ini peserta antusias mengikutinya, peserta dan panitia saling curhat masalah-masalah yang sedang terjadi di Sekadau, mereka juga menggagas ide-ide dan solusi untuk permasalahan tersebut.

TELAH TERBIT DI:
http://pontianak.tribunnews.com/2017/12/10/diklat-fokmas-mahasiswa-sekadau-di-pontianak
http://mahasiswasekadau.or.id/2018/02/diklatfokmas/

TABURI (Tanam Bumbu Sendiri): Proposal PKM-K Mahasiswa Rekayasa Sistem Komputer yang Lulus Pendanaan Dikti Tahun 2018


Pontianak – Mahasiswa Program Studi Rekayasa Sistem Komputer ciptakan Produk TABURI (Tanam Bumbu Sendiri), TABURI ini telah didanai dan merupakan produk dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Kewirausahaan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Dikti 2018, Selasa (10/07/2018).
Image source: www.pictame.com
Program rutin tahunan ini merupakan program bergengsi bagi seluruh Mahasiswa di Indonesia untuk berkreativitas dan berkarya. Universitas Tanjungpura sendiri merupakan salah satu peserta Program PKM yang selalu rutin mengirim utusannya setiap tahunnya. Tercatat sebanyak 25 Proposal PKM dari Universitas Tanjungpura yang berhasil didanai oleh Dikti.

Adapun anggota dari TABURI yaitu Maissy Della Danianty, Hafidza Nur ‘Ainika Rani, Maulidia Utami, Rizka Amalia Ananda, Syarifah Fatimah Azzahra, mereka berlima merupakan mahasiswa angkatan 2015 dari Jurusan Sistem Komputer Fmipa Untan.

Maissy Della Danianty, Ketua Tim TABURI menjelaskan bahwa alasan mereka membuat TABURI ini karena meningkatnya jumlah sampah saat musim buah atau musim perayaan hari-hari besar di Kota Pontianak. Guna menanggulangi limbah tersebut, hal inilah yang mendasari ide gagasan dalam pembuatan Tanam Bumbu Sendiri (TABURI).

“TABURI merupakan pot tanaman bumbu yang terbuat dari limbah serbuk kayu dan botol plastik dengan aneka ragam bentuk yang menarik dan ukurannya cocok diletakkan di tempat yang tidak cukup luas. Media ini bisa digunakan oleh masyarakat yang ingin menanam namun tidak memiliki lahan yang memadai” ujar Maissy.

Ia juga menjelaskan bahwa implementasi TABURI di masyarakat dapat membantu keluarga untuk memenuhi kebutuhan dapur dalam skala kecil. Bumbu yang dihasilkan dari tanaman ini organik karena ditanam sendiri. Selain itu juga dapat dipajang sebagai tanaman hias. Penanam dapat di lakukan oleh siapa saja termasuk anak-anak, karena mengajarkan pada anak-anak untuk lebih kreatif, inovatif, dan disiplin karena harus menjaga mainan barunya yaitu TABURI. Selain itu juga dapat mengedukasi generasi muda akan pentingnya bercocok tanam. Secara teori, bercocok tanam akan menumbuhkan kesadaran pada anak tentang perlunya bersabar menunggu proses dan bertanggung jawab.

“ Usaha TABURI ini mempunyai beberapa keunggul anantara lain dapat dijadikan hadiah karena bentuknya yang sangat unik dan lucu, harga yang ditawarkan sangat terjangkau, produk yang sederhana dan praktis, lebih inovatif dan kreatif dalam berbagai produk” tambahnya.

Edukasi dari Produk TABURI ini ialah mengajarkan cinta dan peka serta peduli lingkungan pada anak, memanfaatkan sisa-sisa industri kayu dan plastik sehingga mengurangi limbah, aman untuk digunakan dan juga bermanfaat untuk pengenalan tanaman rempah-rempah yang ada di Indonesia, sebagai souvernir eco friend dan go green, dan turut ikut dalam memerangi global warming.

Maulidia Utami yang merupakan satu diantara anggota TABURI menambahkan bahwa produk ini terdiri dari 4 jenis bentuknya yaitu singa, monyet, sapi dan kucing. Serta dilengkapi dengan benih tanaman yang digunakan : daun sop, daun bawang, cabe. Adapun harga per TABURI yaitu Rp 35.000.

Mereka berharap agar produk TABURI ini kedepannya dapat lebih dikenal masyarakat luas dan bisa go internasional serta dapat menginspirasi mahasiswa yang lain dalam berkreativitas. Dan juga bisa mengurangi limbah yang ada di Kota Pontianak.

“Kami juga berharap agar saat acara Monev dari Dikti nanti berjalan dengan lancar dan TABURI bisa lolos ke tahap PIMNAS, Pekan Ilmiah Nasional 2018” kata Maissy.
Berikut ini cara pemesanan TABURI:

Pemesanan dapat dilakukan dengan menghubungi :
Maissy 089694543749
Lidia 089604292441
Zahra 08988177618
Atau DM ke ig taburi : @taburi.id

“Mahasiswa harus berani berkreativitas, buatlah sesuatu yang unik dan dapat bermanfaat bagi orang banyak. Berani mencoba sesuatu yang kreatif dan inovatif. Jangan menyerah dan takut gagal karena kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda” tutup Maissy.


TELAH TERBIT DI TRIBUN PONTIANAK: http://pontianak.tribunnews.com/2018/07/11/taburi-hasil-kreativitas-mahasiswa-prodi-rekayasa-sistem-komputer-untan-yang-dibiayai-dikti

Mengenal Soe Hok Gie, Seorang Cendikia Muda, Aktivis Mahasiswa yang Idealis dan Kritis


Ini adalah kali pertamaku menulis kisah hidup seseorang di blog ini, biasanya hanya menulis untaian puisi, hasil liputan, opini dan tugas-tugas kuliahku saja. Sekarang, aku baru saja membaca buku Soe Hok Gie,            buku ini sudah mulai berdebu, sebab tidak pernah ku rapikan dan dibaca lagi (masih bertumpuk di atas lemari pakaianku, berjejeran dengan buku-buku yang lainnya).
Tulisan ini bisa dibilang tulisan yang sangat spesial bagi Soe Hok Gie, sebab hari ini adalah hari ulang tahunnya (Selamat ulang tahun Gie, terimakasih atas catatan dan inspirasinya. Tetap tenang di kehidupan baru di alam surga sana, God Bless You....)
Singkat cerita, muncul inspirasi untuk membagikan kisah hidup Soe Hok Gie yang barusan aku baca ini. Mari dibaca, semoga menginspirasi dan bermanfaat untuk kita semua (“Better when shared”).
Soe Hok Gie, ia adalah sosok yang idealis dan kritis. Ia juga merupakan salah satu penggagas berdirinya Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam) di Indonesia, tepatnya di Mapala Universitas Indonesia. Ia juga adalah sosok yang pemberani, ia tidak segan melawan setiap permasalahan kesalahan yang hadir di depan matanya. Ia juga adalah sosok yang sangat berpegang teguh pada pendirian prinspi-prinsipnya.
Soe Hok Gie, sedang duduk bersila di atas Tugu Triangulasi Gunung Gede Pangrango 1967
Image source: www.boombastis.com
Soe Hok Gie, ia adalah .... (masih banyak lagi deh pokoknya).
Gie, ia akrab dipanggil dengan nama Gie. Ia dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942, saat perang dunia tengah berkecamuk di Pasifik. Sejak kecil hingga dewasa sosok Gie dikenal yang kritis, berpegang teguh pada prinsip-prinsip hidupnya.
Soe Hok Gie kecil memulai pendidikannya di SD Sin Hwa School, saat itu ia masih berusia 5 tahun, setelah lulus, ia masuk SMP Strada dan menghabiskan masa sekolah menengah atasnya di SMA Kanisius Jakarta. Sejak kecil ia sudah menorehkan agenda hariannya pada buku catatannya. Melalui catatan hariannya sosok Gie dikenal dan dikenang hingga saat ini, kisah hidupnya di Filmkan pada serial Film Indonesia tahun 2006 dengan Judul “Gie”.
Aku adalah salah satu dari sekian juta pengaggum sosok Gie di Indonesia tercinta ini, bagaimana tidak, ada 5 buku tentangnya yang aku beli dalam satu paket, sejak SMA (2012-2015) Soe Hok Gie diperkanalkan kepadaku melalui Ekskul Sispala (Siswa Pencinta Alam) di sekolahku, Rempa Smansa Sekadau. Saat itu aku masih menjadi calon anggota dan menerima materi tentang sejarah kepencintaalaman Indonesia. Sejak saat itu, aku mulai tertarik dengan sosok Gie, filmnya sudah berulang kali aku tonton, hingga saat ini kata-kata Gie yang dituangkan pada catatan hariannya seringkali aku jadikan quotes dalam berceloteh tentang kehidupan.
Baik, mari kita kembali lagi pada kisah sosok seorang Gie. Seperti yang dipaparkan oleh Prof. Dr. Der. Soz. Gumilar Rusliwa Somantri pada buku “Soe Hok – Gie Sekali Lagi, Buku Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya”, Soe Hok Gie merupakan cendikia muda yang meneruskan karakter inpendensi para cendikia lama. Disebutkan (halaman xvii pada paragraf 1),
‘Pikirannya bak air bah yang tak terbendung. Semuanya mengalir bebas tanpa menengok berbagai batasan, baik politik, sosial, ekonomi, maupun budaya’.

          Saat remaja ia sudah berani mengkritik kesenjangan ekonomi yang semakin melebar pada masa Orde Lama. Gie kesal dengan perilaku para pemimpin Indonesia yang saat itu malah sedang sibuk makan-makan dengan istri-istri cantiknya. Kritikan tersebut ia tulis pada catatan hariannya, “Kita, generasi kita, ditugaskan untuk memberantas generasi tua yang mengacau, kita-lah yang dijadikan generasi yang akan memakmurkan Indonesia”.
Soe Hok Gie dikenal juga sebagai sosok yang keras, baik itu dalam hal intelektual maupun politik. Disebutkan (halaman xvii pada paragraf 2 dan 3),
‘Buku-buku hasil karya pujangga terbaik dunia mulai dari Albert Camus sampai Pramoedya Ananta Noer habis dilahapnya. Surat kabar kritis seperti Indonesia Raya dan Pedoman pun menjadi sarapan paginya. Gie pun semakin tertarik masuk dalam pusaran politik republik. Posisi politik Gie sangat jelas, yakni demokrasi’.
Kematangan Politik Gie mulai terbentuk sejak ia diterima sebagai mahasiswa sejarah di Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada akhir tahun 1961. Walaupun Fakultas Sastra bukanlah fakultas yang bergengsi di UI, namun di fakultas tersebutlah letaknya gudang pemikiran dan pergerakan politik yang dinamis di UI. Sikap berani, kritis dan politis Gie kian tampak. Ia mengkritik sikap politisasi dan kooptasi pikiran-pikiran akademis yang diwarnai dengan kekuatan politik mereka. Saat itu ia mengkritik pidato pengukuhan Guru Besat Dekan Fakultas Sastra yang bernama Sutjipo Wirsjosuprapto yang memuja-muji pikiran Soekoarno, Guru Besar tersebut tidak mempertahankan intergritas dan independensi akademik sebagai seorang civitas akademika.
Sikap idealis Soe Hok Gie juga kian matang, ia menjadi tokoh utama di Mapala UI, organisasi pencinta alam yang dibangun atas dasar aspirasi kehidupan yang sedeharana, berani bersahabat, dan mecintai alam. Ia menegaskan bahwa tujuan dibentuknya organisasi tersebut adalah untuk membangunkan kembali idealisme dikalangan mahasiswa untuk secara jujur dan benar-benar mencintai alam, tanah air, rakyat, dan almamaternya. Hingga saat ini organisasi kepencintaalaman seperti Sispala dan Mapala serta KPA (Komunitas Pencinta Alam) terus berkembang dan tersebar luas hampir di setiap daerah di Indonesia. Aku juga adalah seorang alumni Sispala dan sekarang sedang merintis kembali Mapala di fakultasku, namanya Mipala (Mahasiswa Ilmiah Pencinta Alam). Hanya saja kabar buruknya, semua berkas yang sudah diserahkan ke pihak fakultas terkesan sia-sia saja, mereka para petinggi dekenat tidak menyepakati untuk berdirinya kembali organisasi tersebut, lantaran tengah fokus dengan re-akreditasi Jurusan Statistik dan Geofisika (baru beberapa hari yang lalu). Tapi aku dan teman-teman seperjuangan tidak akan menyerah pada keputusan tersebut, kami sudah diskusi untuk segera audiensi mengahadap petinggi dekanat. Semoga saja usaha kami berhasil dan bisa mengikuti langkah Gie, melanjutkan perjuangannya.
Organisasi Mapala di Indonesia telah banyak melahirkan kader yang idealis, kritis dan berbobot. Misalnya, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Tanjungpura adalah alumni Gempa (Gerakan Mahasiswa Pencinta Alam) di fakultas tersebut. Orang nomor 1 di Indonesia, Presiden Jokowi juga merupakan alumni Mapala di Fakultas Kehutanan Universitas Gajahmada, Mapala Silvagama.
Kembali lagi pada sosok Gie, sikap kritis dan idealisnya tidak putus pada organisasi Mapala, permasalahan politik dan sosial saja. Sebagai aktivis mahasiswa, ia pernah di amanahkan sebagai Ketua Mapala FS-UI dan Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Sstra UI. Sikap kritisnya juga sering ia tuangkan pada puisi-puisinya, puisi yang kritis, ada juga yang romantis dalam hal kasih sayang dan cinta. Setelah menamatkan diri sebagai mahasiswaa, ia sempat mengajar di Fakultas tempat ia menimba ilmu dulu.
Hobinya semasa kuliah sejalan dengan organisasi Mapala yang ia jalani, ia seringkali mendaki gunung bersama rekan-rekannya. Gunung yang terakhir kali ia daki adalah Gunung Sumeru, sebab di sinilah ia menghembuskan nafas terakhirnya. Bersama Idhan Lubis, rekannya di Mapala. Gunung Sumeru menjadi peristirahat terakhir Gie dalam kehidupannya. Nama Gie kekal di gunung tersebut.
Nah, kurang lebih seperti itulah sosok Soe Hok Gie. Terimakasih telah mampir dan membaca artikel ini. Mohon maaf jika masih terdapat banyak kekurangan dalam penulisannya.

Sekali lagi, SELAMAT ULANG TAHUN GIE....(17 Desember 1942 - 17 Desember 2018). Namamu kan selalu kami kenang, namamu kan selalu menginspirasi kami, namamu kekal dalam sejarah Indonesia.

Sebagai penutup,
“Saya memutuskan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan”
~ Soe Hok-Gie

Sumber:
·         Buku Soe Hok – Gie Sekali Lagi, Buku Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya.
·         Buku Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran.