Traveling – Menikmati suasana alam sudah menjadi
hobiku sejak SMA dan berlanjut hingga sekarang ini. Alam rimba yang paling aku
sukai adalah alam rimba di pegunungan, sebab ada tantangannya tersendiri dan
tiada tara nikmat pemandangan puncaknya, kebersamaan dalam pendakian dan saat
berada di puncaknya tak pernah luput oleh waktu.
Libur UAS (Ujian Akhir Semester) kian dekat. Seperti
biasanya, pasti selalu ada saja target trip kami. Ada sedikit kekecewaan yang
menggelora pada waktu liburan kali ini, sebab waktu liburannya terpotong,
liburan Hari Raya Idul Fitri dahulu, dilanjutkan dengan UAS, barulah libur
semester. Namun waktu yang terpotong-potong tersebut tidak mengalahkan semangat
petualangan kami untuk memperluas jajahan petualangan di alam. Tepat pada
tanggal 19-20 Juni 2017 kami melakukan petualangan tersebut (H-5 Hari Raya Idul
Fitri). Kami memutuskan untuk mendaki Bukit Sebayan di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten
Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat.
Rencana pendakian ini bisa dibilang rencana
pendakian dadakan, karena baru direncanakan pada tanggal 17 saat kami sedang
kumpul-kumpul malam mingguan. Otak dari pendakian ini adalah Si Jimmi, mahasiswa
Ilmu Politik FISIPOL Untan angkatan 2016. Ia juga adalah salah satu sodara pencinta
alam di sispala SMA dulu, juga berkesempatan menjadi Ketua Umum setelahku (entar
diceritain apa sispalanya). Ada penambahan personil pada pendakian kali ini, yakni
si Nopet, Yudi dan Ardi. Nopet itu teman sekelas waktu SMA, sekarang kuliah di
Ilmu Administrasi Negara FISIPOL Untan (tapi rezeki telah menghujamnya, setelah
2 kali mencoba tes di IPDN Jatinangor, sekarang ia berhasil menggapai mimpinya,
lulus tes dan menjadi taruna di Institusi tersebut). Kalau si Yudi, ia juga
sodara di sispala dulu, juga teman sekelasku waktu SMA. Sedangkan si Ardi, ia
teman sekelas Jimmi di Ilmu Politik.
Bukit Sebayan terletak di Desa Sejontang, Kecamatan
Tayan Hilir, Provinsi Kalimantan Barat. Tinggi bukit ini tidak begitu tinggi,
hanya 536 mdpl saja, namun ada berjuta-juta keindahan di puncaknya.
Kami berangkat dari Kota Pontianak
sudah sangat sore karena beberapa dari kami masih ada yang kuliah, kurang lebih
sekitar jam 3 an sore kami berangkat. Waktu tempuh menuju desa tersebut tidak
begitu jauh dari Pontianak, tidak lebih dari 2 jam. Karena tidak ada yang tahu
dimana letak desanya, kami singgah sebentar di persimpangan menuju Bukit
Sebayan. Simpangnya tepat di sebelah kanan jalan Trans Kalimantan kalau berangkat
dari arah Pontianak (ujung SPBU, kurang lebih 200 an meter lagi dari SPBU).
Kami kira desanya cukup jauh dari simpang, ternyata
hanya kurang lebih 15 an menit untuk sampai di desa tersebut. Kondisi jalannya
cukup nyaman untuk dilewati, tanah kuning dan sedikit lobang-lobang kecil. Jika
telah berada di jalan menuju desa, hati-hati dan bertanyalah pada warga sekitar
jika tidak ada yang tahu sama sekali simpang menuju desanya, sebab masih ada
satu persimpangan lagi. Simpang yang benar adalah simpang sebelah kanan, hanya
5 menit an jarak Sejontang dari simpang tersebut.
![]() |
| Foto di depan Posko Pendakian |
Kami sampai di desa sekitar jam 5 kurang (sore). Sesampai di desa, kami singgah di rumah Pak RT untuk pamitan sekaligus izin dan menitipkan motor. Rumah tersebut merupakan tempat poskonya pendakian Bukit Sebayan. Karena merupakan tempat wisata alam, kita harus membayar tarif masuknya, sebesar 10 ribu rupiah (biaya parkir sekaligus tarif masuk). Tidak ada pantang yang berarti pada bukit tersebut, hanya saja kebersihan dan keasrian alamnya tidak diperkenankan untuk diganggu, sebab Bukit Sebayan juga merupakan Hutan Adat masyarakat di desa tersebut.
Langkah kaki kami mulai berayun-ayun, pendakian
dimulai. Tepat jam 5 sore kami berangkat. Di tengah pendakian kami menemukan tempat sesajian
masyarakat setempat, bentuknya seperti panggung dan ada rumah kecil serta
bahan-bahan sesajian.
| Singgah sejenak |
Usut punya usut, ternyata tidak sampai 1 jam untuk
mencapai puncak bukit tersebut. Ini adalah pendakian tersingkatku, track
pendakiannya juga tidak terlalu susah, walaupun demikian keringat kami juga
tetap meleleh namun kebersamaan dan keseruan menemani pendakian kami. Beberapa
kali kami singgah untuk beristirahat dan mengabadikan momen kebersamaan kami.
Langit mulai gelap, kekhwatiran kami sampai ke
puncak kemalaman ternyata tidak terjadi. Kami sampai sekitar jam 5 lewat 50 an.
Sesampai di puncak kami langsung mendirikan tenda, mencari kayu bakar, dan
mengemaskan logistik untuk dimasak.
| Silau men wkwk, sembari menunggu bara api untuk memanggang sosis |
Seperti petualangan kami yang biasanya, tidak sah
kalau tidak bakar-bakar atau makan-makan di puncak. Setelah makan malam, kami
memanggang sosis sembari menikmati malam bersama-sama hingga lelah
memerintahkan kami untuk istirahat tidur agar sempat menikmati sunrise di
puncak bukit tersebut.
![]() |
| Sunrise dan lautan awan telah tiba, kami pun bahagia |
Ya, hal yang paling kami tunggu-tunggu saat bangun
subuh adalah sunrisenya. Sungguh beruntung pendakian kali ini, sebab Tuhan
mengizinkan kami melihat lautan awan dan matahari terbit, sunrise di puncak
Sebayan.
| Aku yang hampir gondrong |
![]() |
| Itu slayer biru yang terikat di leher selalu aja setia nemanin kalau ngetrip |
| Rempa day, angkatan 10 dan 11 |
Selain indahnya panorama lautan awan dan cantiknya
mentari pagi, Bukit Sebayan juga surganya lumut-lumut yang sangat indah, ada
terowongan dari pepohonan yang kecil daunnya, dihiasi lelumutan pada permukaan
akar dan tanahnya.
![]() |
| Lokasi ini mirip terowongan, lumut-lumutnya cantik sampe ke ujung bumi wkwk |
Ketika mentari mulai terik menyengat kami, saat
itulah kami memutuskan untuk turun dan kembali ke Kota Pontianak.
![]() |
| Turun-turun.... |
Untuk teman-teman sekalian, Bukit Sebayan adalah
rekomendasi yang paling tepat untuk menghabiskan waktu libur kalian, terlebih
lagi akses ke lokasinya yang tidak jauh dari pusat kota Pontianak dan tidak
begitu susah aksesnya, ditambah track dan waktu pendakiannya yang singkat namun
puncaknya seperti surga yang nan indah. Bukit sebayan adalah surga tersembunyi
di Kabupaten Sanggau.
Itu ceritaku dan teman-temanku saat berpetualang,
mendaki Bukit Sebayan. Terimakasih telah setia membaca, nantikan cerita
traveling berikutnya dan jangan lupa di komentarin ya + kritikkannya pada kolom
komentar hehe.
Sekadau, 30 Desember 2018.








Keren bang ., Pengen ikut wkwkkw
ReplyDelete