Mentari
pagi hari ini tak sehangat mentari pagi kemarin
Hangatnya
sangat berbeda
Ia
tajam sekali
Hangatnya
menusuk otakku
Kehangatan
ini bagai triliunan jarum
Yang
datang dan menerkam kepalaku
Hingga
menusuk setidap sudut otakku
Sungguh
sangat berbeda hangatnya
Sejuknya
embun pagi ini pun juga demikian
Sejuknya
sangat berbeda
Ia
sejuk sekali
Sejuknya
membekukan aliran darahku
Kesejukkan
embun ini bagai es batu yang ada di kutub utara sana
Es batu
yang sangat rendah sekali derajatnya
Embun
ini datang dan membekukan tubuhku
Bahkan
hingga pada setiap lorong aliran darahku
Sungguh
sangat berbeda sejuknya
Akankah
Setiap hari akan sama?
Akankah
mentari dan embun pagi yang berbeda ini datang lagi?
Semoga
saja tidak, semoga cukup hari ini
Pontianak,
15 November 2017
Yakobus
Dapi
Puisinya baru masuk ke rumahnya didunia maya, pindahan wkwk....
Puisinya baru masuk ke rumahnya didunia maya, pindahan wkwk....

Bagus puisi nya..
ReplyDeleteTerimakasih bg, hobi hhe
DeleteMantap banget puisinya gan
ReplyDeleteThanks gan, ntar mampir di puisi2 barukku ya hhe
Deletemantap bang puisinya...:D
ReplyDeletePuisi nya menyejukkan . Hdhhehe
ReplyDelete