Tugas Tranduser dan Sensor: Alat Pengukur Suhu Dan Kelembaban Otomatis Menggunakan Sensor DHT11



DESAIN SEDERHANA T-MAH (TEMPERATURE MEASUREMENT AND AUTOMATIC HUMADITY) SEBAGAI ALAT PENGUKUR SUHU DAN KELEMBABAN OTOMATIS MENGGUNAKAN SENSOR DHT11

LAPORAN
Diajukan Sebagai  Tugas Ujian Akhir Semester
Mata Kuliah Tranduser dan Sensor

Dosen Pengampu
Dedi Triyanto, S.T., M.T

Oleh:

 Nama                          NIM
Yakobus Dapi            H1051151004

 



JURUSAN SISTEM KOMPUTER
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2018


BAB I
PENDAHULUAN
 1.1 Latar Belakang
Sensor merupakan salah satu perangkat elektronika yang berfungsi untuk mendeteksi kejadian atau perubahan lingkungan di sekitarnya dan menghasilkan sebuah output yang sesuai dengan fungsinya. Cara kerja dari sebuah sensor berbeda-beda, namun kesamaannya adalah untuk melakukan pendeteksian.
Dewasa ini penggunaan sensor sudah sangat banyak digunakan untuk keperluan pengumpulan data dan membantu menyelesaikan setiap permasalahan yang tidak dapat dijangkau (deteksi) oleh manusia. Berdasarkan jenis-jenisnya, sensor dikategorikan menjadi beberapa kategori. Adapum kategori tersebut diantaranya adalah sensor thermal, mekanik, dan cahaya. Jika dispesifikkan lagi berdasarkan kategorinya, ada lagi jenis dari kategori-kategori sensor tersebut. Pada sensor thermal misalnya, terdiri dari sensor bimetal, resisttance thermal detector (rtd), termokopel, sensor suhu, dan lainnya.
Penggunaan sensor suhu juga sudah banyak diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari. Ichsan Adisti Bima Andikha (2017) pernah melakukan penelitian dan membuat suatu prototipe untuk keperluan monitoring suhu pemanas portable menggunakan arduino yang terintegrasi dengan perangkat android. Selain itu, Yuda Perwira Negara (2014), pada penelitiannya juga pernah membuat sebuah alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban dan suhu menggunakan jenis sensor DHT11.
Suhu dan kelembaban merupakan dua kondisi yang saling berkaitan satu ketika di udara. Suhu menjelaskan mengenai kondisi lingkungan, sedangkan kelembaban mengenai kandungan uap air yang ada di udara. Kandungan uap air yang ada di udara selalu berubah-ubah, tergantung pada nilai suhu dilingkungan udara tersebut. Teorinya, semakin tinggi suhu maka semakin banyak pula kandungan uap airnya. Nilai suhu dan kelembaban yang selalu berubah ini perlu dilakukan pengujian untuk memastikan teori tersebut (Arya, 2014).
Oleh karena itu, pada rancangan desain sederhana pemanfaatan sensor suhu, pada laporan ini penulis membuat T-MAH (Temperature Measurement And Automatic Humadity) sebagai alat pengukur suhu dan kelembaban otomatis menggunakan sensor DHT11, diproses menggunakan Arduino Uno R3. Penulis juga membandingkan hasil pengukuran suhu dan kelembaban dengan mendekatkan sensor pada lingkungan di sekitar area kipas angin dan kompor gas dirumah penulis.

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan paparan latarbelakang diatas, maka rumusan permasalahannya adalah sebagai berikut:
  1. Apa fungsi dari sensor DHT11?
  2. Bagaimana perancangan T-MAH agar dapat mengukur suhu dan kelembaban pada objek yang diukur?\
  3. Bagaimana perbandingan hasil pengukuran T-MAH ketika di ukur pada objek yang berbeda, dalam hal ini objeknya adalah lingkungan sekitar kipas angin dan kompor gas?


1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan laporan ini adalah sebagai berikut:
  1. Mengetahui aplikasi dan fungsi dari sensor DHT11.
  2. Merancang protipe T-MAH agar dapat mengukur suhu dan kelembaban pada objek yang sudah penulis tentukan.
  3. Mengetahui hasil perbandingan pengukuran suhu dan kelembaban pada objek yang berbeda, yaitu pada lingkungan sekitar kipas angin dan kompor gas. 


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Suhu dan kelembaban merupakan dua kondisi yang saling berkaitan di udara. Suhu menjelaskan mengenai kondisi lingkungan, sedangkan kelembaban mengenai kandungan uap air yang ada di udara. Kandungan uap air yang ada di udara selalu berubah-ubah, tergantung pada nilai suhu dilingkungan udara tersebut. Semakin tinggi suhu maka semakin banyak pula kandungan uap airnya. Nilai suhu dan kelembaban yang selalu berubah ini perlu dilakukan pengujian untuk memastikan teori tersebut (Arya, 2014).
Pada laporan ini, penulis melakukan pengukuran di rumahnya, menggunakan perangkat Arduino R3 sebagai pemroses dan pengolahnya serta menggunakan softwa ID Arduino, sensor DHT11 sebagai input yang mendeteksi nilai besaran suhu dan kelembaban, papan breadboard, kabel jumper, dan alat pendukung lainnya seperti kipas angin dan kompor gas yang menunjang pengukuran.
2.1 Rumah Penulis
Rumah penulis beralamatkan di Jalan Karya Baru, Komplek Bali Agung 1 No. B2, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Kondisi rumah penulis hanya memiliki jendela didepan rumah saja, untuk di dalam kamar penulis menggunakan kipas angin agar tidak kepanasan. Selain itu, di dapur terdapat kompor gas yang berkepala dua untuk penulis memasak. Pada laporan ini, penulis menggunakan lingkungan di sekitar area kipas angin dan kompor gas untuk mengecek hasil suhu dan kelembaban serta membandingkan nilai pengukurannya dari kedua objek tersebut.
2.2 Arduino Uno R3
Ardunio jenis ini merupakkan papan pengembangan mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O, dimana 14 pin diantaranya dapat digunakan sebagai output PWM antara lain pin 0 sampai 13), 6 pin input analog, menggunakan crystal 16 MHz antara lain pin A0 sampai A5, koneksi USB, jack listrik, header ICSP dan tombol reset. Hal tersebut adalah semua yang diperlukan untuk mendukung sebuah rangkaian mikrokontroler. Berikut ini adalah spesifikasi dari Arduino jenis ini:
Tabel 2.1 Spesifikasi Arduino Uno R3
Mikrokontroler
ATmega328
Operasi Tegangan
5 Volt
Input
7-12 Volt
Pin I/O Digital
14
Pin Analog
6
Arus DC tiap Pin I/O
50 mA
Arus DC ketika 3.3 V
50 mA
Memori Flash
32 KB
SRAM
2 KB
EEPROM
1 KB
Kecepatam Clock
16 MHZ












2.3 IDE Arduino
IDE (Integrated Development Environment) adalah sebuah perangkat lunak yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi mikrokontroler mulai dari menuliskan source program, kompilasi, upload hasil kompilasi dan uji coba secara terminal serial. IDE arduino dapat dilihat pada gambar 2.1 dibawah ini.

Gambar 2.1 Interface ID Arduino

2.4 Sensor DHT11
DHT11 adalah sensor digital yang dapat mengukur suhu dan kelembaban udara di sekitarnya. Sensor ini sangat mudah digunakan bersama dengan Arduino. Memiliki tingkat stabilitas yang sangat baik serta fitur kalibrasi yang sangat akurat. Koefisien kalibrasi disimpan dalam OTP program memory, sehingga ketika internal sensor mendeteksi sesuatu, maka module ini menyertakan koefisien tersebut dalam kalkulasinya, DHT11 ini termasuk sensor yang memiliki kualitas terbaik, dinilai dari respon, pembacaan data yang cepat, dan kemampuan anti-interference. Ukurannya yang kecil, dan dengan transmisi sinyal hingga 20 meter,dengan sepsifikasi: Supply Voltage: +5 V,    Temperature range : 0-50 °C error of ± 2 °C,    Humidity : 20-90% RH ± 5% RH error,dengan sesifikasi digital interfacing system. membuat produk ini cocok digunakan untuk banyak aplikasi-aplikasi pengukuran suhu dan kelembaban.


Gambar 2.2 Sensor DHT11
Spesifikasi Sensor DHT11:
  • Tegangan masukan : 5 Vdc
  • Rentang temperatur :0-50 ° C kesalahan ± 2 ° C
  • Kelembaban :20-90% RH ± 5% RH error

BAB III
METODE PELAKSANAAN
3.1  Perancangan Perangkat Keras
Pada tahap ini, penulis merancang perangkat keras T-MAH yang akan digunakan sebagai alat pengukur suhu dan kelembaban. Berikut ini diagram blok perancangan T-MAH:



Gambar 2.3 Diagram Blok Perangkat Keras

3.2  Perancangan Perangkat Lunak
Pada diagram alir perangkat lunak terdapat dua jenis, yaitu diagram alir pengirim dan penerima. Aliran pengiriman data dimulai ketika sensor membaca parameter suhu dan kelembaban, kemudian masuk ke masing port di Arduino, diolah dan selanjutnya di terima oleh software ID Arduino, terakhir ditampilkan di serial monitor komputer. Sedangkan untuk aliran penerimaan data, nilai parameter suhu yang masuk melalui port akan diolah dan diterima oleh software, selanjutnya diolah dalam kodingnya sesuai dengan port di arduino, dan terakhir ditampilkan dilayar serial monitor komputer.
Gambar 2.4 Kodingan T-MAH

  
BAB IV
PEMBAHASAN
Sensor suhu dan kelembaban DHT11 merupakan sensor untuk mensensing objek suhu dan kelembaban pada 1 module yang dimana memiliki output sinyal digital yang sudah terkalibrasi. Module sensor ini tergolong kedalam elemen resistif seperti perangkat pengukur suhu seperti contohnya yaitu NTC. Keunggulan dari sensor DHT11 dibanding dengan yang lainnya antara lain memiliki kualitas pembacaan data sensing yang sangat baik, responsif (cepat dalam pembacaan kondisi ruangan), serta tidak mudah terinterverensi.







Pengujian sensor dilakukan dengan menguji sensor suhu, kelembaban, dan tekanan udara. Untuk mensimulasikan variasi suhu dan kelembaban, dilakukan dengan cara memberikan perlakuan yang berbeda pada sensor dengan menggunakan kipas angin dan kompor gas. Nilai suhu dan kelembaban yang diperoleh bervariasi.


Gambar 2.6 Pengujian pada kipas angin dan outputnya 

   

Gambar 2.7 Pengujian pada kompor gas dan outputnya

            4.1 Hasil Pengujian
            Hasil pengujian yang diperoleh seperti yang tertera pada gambar berikut ini:
  1. Pada kipas angin, Kelembaban sebesar 70 dan suhu 29 derajat Celcius.
  2. Pada Kompor gas, jika dibiarkan terus nilai suhunya semakin meningkat. Seperti pada gambar dibawah ini.



BAB V
PENUTUP
4.1 Simpulan
Berdasarkan hasil pengukuran pada sensor DHT11, maka dapat disimpulkan bahwa:
A.    Sensor DHT11 merupakan jenis sensor untuk mensensing objek suhu dan kelembaban pada 1 module yang dimana memiliki output sinyal digital yang sudah terkalibrasi.
B.     Rancangan rangaian dan T-MAH dapat dirancang menggunakan papan breabor dan beberapa kabel jumper.
C.     Perbandingan nilai kembaban dan suhu bergantuk pada lingkungan disekitarnya. Jika suhunya tinggi maka kelembaban juga ikut tinggi
4.2 Saran
Untuk melakukan pengukuran lebih lanjut disarankan menggunakan sensor yang kapasitas inputnya lebih besar dan hasil dari pengukuran bisa ditampilkan di layar LCD yang dirangkai bersama arduino dan papan breadboard.

No comments:

Post a Comment